Medan,
Pelaksanaan hari pertama ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2007 di Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (4/7) aman dan lancar. Selain itu, ada tujuh peserta SPMB yang mendapat perlakuan khusus karena sakit. Mereka mengikuti ujian secara terpisah dengan peserta lain.
Ketujuh peserta yang mendapat perlakuan khusus itu, Crista Natalina Pardede, peserta SPMB Panitia Lokal (PL) 12 Unimed, kelompok IPS, yang mengikuti ujian di RSU Pirngadi Medan. Alumni SMUN I Berastagi, itu sedang dirawat karena menderita infeksi paru.
Selanjutnya, enam peserta lainnya melaksanakan ujian di ruangan khusus sekretariat PL 13 USU, yakni Pebruari Laoli, seorang tuna netra. Ifan Yopani Sembiring dan Reza Pebriani, keduanya menderita patah kaki. M Ridwan Kaloria Sianipar dan Aston Sianturi karena kondisi mereka kurang sehat.
"Unimed juga sudah mengirim dua orang pengawas ke Pirngadi untuk membantu Krista mengikuti ujian SPMB," kata Rektor Unimed, Drs. Syawal Gultom, M.Pd, bersama Ketua Panitia PL 12 Unimed, Prof. Dr. Hj. Djanius Djamin, SH, MS, Pembantu Rektor II Unimed, Drs. Chaerul Azmi, M.Pd dan pengawas dari pusat, Prof. Dr Fachri Gaffar, yang juga mantan rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, ketika menjenguk Crista yang sedang melaksanakan ujian di RSU Pirngadi.
Peluang Curang Sangat Kecil
Pada bagian lain Syawal Gultom mengatakan, peluang terjadinya kecurangan atau adanya joki (gacok) dalam pelaksanaan SPMB sangat kecil. Karena sejak awal panitia telah mengacak nomor pendaftaran dan nomor ujian peserta agar tidak berurutan, sehingga menyulitkan 'joki' untuk mengatur agar bisa satu ruangan dengan peserta yang dibantunya.
Untuk mengantisipasi keterlibatan pengawas, kata Syawal Gultom, ruangan yang mereka awasi baru diberitahu beberapa menit sebelum pelaksanaan ujian. Dan pada hari kedua, ruangan yang mereka awasi akan dirotasi. Sedangkan soal SPMB, katanya, dikirim dari pusat dua hari sebelum pelaksanaan ujian tertulis, dengan kawalan ketat Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Polda Sumut. "Dan soal baru dikirimkan ke masing-masing lokasi beberapa jam sebelum ujian," katanya.
Mengenai persentase peserta SPMB yang tidak hadir, Syawal Gultom mengatakan memang ada peserta yang tidak hadir mengikuti ujian, tetapi jumlahnya belum bisa dipastikan. Dia juga mengaku tidak ada menerima laporan tentang adanya kesulitan dalam pelaksanaan ujian SPMB.
Sementara itu, secara terpisah Rektor USU, Prof. Dr. Chairuddin P Lubis, DTM&H Sp A(K) didampingi Ketua PL 13 USU Prof Dr Ir Sumono MS dan Purek III USU dr Linda T Maas, melakukan peninjauan ke lokasi ujian di FK-USU dan Kantor Sekretariat PL 13 USU Jalan Dr Mansyur Medan.
Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan adanya kecurangan, Chairuddin Lubis mengatakan kemungkinan 'joki' tetap ada. Namun, USU telah melakukan pengarahan agar pengawalan secara ketat termasuk pengamanan terhadap soal ujian SPMB.
Chairuddin Lubis juga mengatakan, jumlah peserta SPMB tahun 2007 jauh lebih meningkatkan dibanding tahun sebelumnya. Dan hal ini juga terjadi hampir di seluruh perguruan tinggi di tanah air. Mengenai pengumuman hasil ujian SPMB, menurut Chairuddin Lubis, direncanakan baru diumumkan pada 3 Agustus 2007, dan peserta dapat melihat hasilnya yang disiarkan melalui internet dan koran (media cetak).
Sedangkan hari ini, Kamis (5/7), pelaksanan ujian SPMB hari kedua dimulai pukul 07:30-10:00, ujian kemampuan IPA untuk kelompok IPA dan IPC, dan pukul 11:00-12:30, ujian kemampuan IPS untuk kelompok IPS dan IPC.
Showing posts with label kampus. Show all posts
Showing posts with label kampus. Show all posts
Friday, July 6, 2007
SPMB 2007 di USU dan Unimed Dimulai Hari Ini Aparat Keamanan Dikerahkan untuk Kelancaran dan Cegah Kecurangan
Medan,
Ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2007 di Universitas Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan (Unimed) dimulai Rabu (4/7) hari ini.
Sebanyak 15.832 peserta akan mengikuti ujian SPMB 2007 di PL-12 Unimed yang akan dilaksanakan di berbagai lokasi selama dua hari.
Rektor Unimed Drs Syawal Gultom MPd didampingi Pembantu Rektor II Drs Chairul Azmi MPd dan Ketua PL-12 Unimed Prof Dr Hj Djanius Djamin SH MS kepada Analisa, Selasa (3/7) mengatakan, peserta SPMB 2007 ini meningkat dibanding tahun lalu.
Hari pertama, akan diujikan Kemampuan Kuantitatif dan Kemampuan Bahasa untuk semua kelompok mulai pukul 08.00-10.30 WIB. Sedang hari kedua akan diujikan Kemampuan IPA untuk kelomok IPA dan IPC mulai pukul 07.30-10.00 WIB serta pukul 11.00-12.30 WIB akan diujikan Kemampuan IPS untuk kelompok IPS dan IPC.
Guna kelancaran pelaksanaan SPMB 2007 ini, pihak panitia telah menyiapkan 1.555 pengawas ujian terdiri dari kepala ruang 669 orang, pengawas 776 orang dan siaga 110 orang. Penanggung jawab juga disiapkan di 21 lokasi serta koordinator 47 orang. Tim kesehatan juga disiapkan sebanyak 4 orang dokter.
Syawal mengatakan, dengan penempatan personil yang demikian lengkap ditambah dengan personil keamanan sebanyak 178 orang terdiri dari 5 staf, 17 pengamanan tertutup, 48 Menwa, 50 Satpam Unimed, 10 Polantas Sei Tuan, 5 Sabhara Medan Barat, 6 Sabhara Medan Timur, 17 Sabhara Percut Sei Tuan, 10 Poltabes dan 10 Poldasu.
“Dengan kekuatan pengamanan yang begitu kuat kita berharap pelaksanaan SPMB berjalan lancar, terutama dari kemungkinan adanya kecurangan-kecurangan seperti praktek gacok dan lainnya,” katanya.
Dijelaskan, lokasi ujian yang digunakan Sektor I IPA di UMSU Mercu Buana, Universitas Dharmawangsa, Perguruan Budi Murni, SMAN 7.
Sektor II IPS di FIK, FMIPA, FE, FBS, FIS, Gelanggang Mahasiswa Unimed dan SMPN 27 Jalan Slamet Ketaren.
Sektor III IPC di IAIN Sumut, FIP Uimed, UMA, MAN 1, MAN 2, SMKN 1/STM 4, SMK-SMA Teknologi Teladan dan SMPN 35.
PESERTA CACAT
Karena cacat, mengalami kecelakaan, dan sakit, sebanyak enam orang dari 24.217 peserta ujian SPMB USU akan mengikuti ujian di Kantor Panitia Lokal (PL), Jalan dr Mansyur, Medan.
“Mereka sudah melapor dan ujiannya akan kami pusatkan di Kantor PL SPMB USU,” kata Ketua Panitia, Prof Dr Ir Sumono MS, melalui Penanggung Jawab Informasi, Drs Siswo Suroso MSi, yang dihubungi Analisa.
Siswo menjelaskan, keenam peserta yang mengikuti ujian untuk kelompok Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Campuran (IPC) itu terdiri dari penyandang tuna netra satu orang, cacat fisik lainnya dua orang, akibat kecelakaan dua orang dan seorang lainnya karena sakit.
Ketiga penyandang cacat, katanya, sudah melaporkan kondisinya tersebut sejak pendaftaran dibuka. Tiga peserta yang mengalami kecelakaan, di antaranya sampai patah kaki dan sakit juga sudah melaporkan kondisi anaknya tersebut.
“Orang tua mereka sudah melapor ke panitia dan sudah meminta rekomendasi dokter agar diizinkan untuk mengikuti ujian di PL SPMB USU,” kata Siswo.
Dengan demikian diperkirakan tidak akan ada peserta SPMB di USU yang akan mengikuti ujian di lokasi-lokasi khusus lainnya, misalnya di rumah sakit.
Hingga kemarin, kata Siswo, seluruh persiapan panitia untuk menggelar hajatan nasional ini sudah rampung, khususnya lokasi dan soal ujian. “Hingga sejauh ini, sesuai hasil evaluasi panitia, semua persiapan untuk SPMB sudah berjalan dan rampung,” ungkapnya.
Menjawab Analisa, Siswo menyebutkan, peserta sudah masuk ke dalam kelas untuk mengikuti latihan pengisian soal pada pukul 07.30 hari ini, sebelum dimulainya waktu ujian setengah jam kemudian.
Ujian SPMB USU akan dilaksanakan di 40 lokasi yang terbagi ke dalam tiga sektor. Sektor I Fakultas Kedokteran (FK) USU untuk IPC sebanyak 12 lokasi, Sektor II Politeknik Negeri Medan (Polmed) untuk Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 15 lokasi dan Sektor III Perguruan Yaspendhar untuk IPS 13 lokasi. (sah/gas)
Ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2007 di Universitas Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan (Unimed) dimulai Rabu (4/7) hari ini.
Sebanyak 15.832 peserta akan mengikuti ujian SPMB 2007 di PL-12 Unimed yang akan dilaksanakan di berbagai lokasi selama dua hari.
Rektor Unimed Drs Syawal Gultom MPd didampingi Pembantu Rektor II Drs Chairul Azmi MPd dan Ketua PL-12 Unimed Prof Dr Hj Djanius Djamin SH MS kepada Analisa, Selasa (3/7) mengatakan, peserta SPMB 2007 ini meningkat dibanding tahun lalu.
Hari pertama, akan diujikan Kemampuan Kuantitatif dan Kemampuan Bahasa untuk semua kelompok mulai pukul 08.00-10.30 WIB. Sedang hari kedua akan diujikan Kemampuan IPA untuk kelomok IPA dan IPC mulai pukul 07.30-10.00 WIB serta pukul 11.00-12.30 WIB akan diujikan Kemampuan IPS untuk kelompok IPS dan IPC.
Guna kelancaran pelaksanaan SPMB 2007 ini, pihak panitia telah menyiapkan 1.555 pengawas ujian terdiri dari kepala ruang 669 orang, pengawas 776 orang dan siaga 110 orang. Penanggung jawab juga disiapkan di 21 lokasi serta koordinator 47 orang. Tim kesehatan juga disiapkan sebanyak 4 orang dokter.
Syawal mengatakan, dengan penempatan personil yang demikian lengkap ditambah dengan personil keamanan sebanyak 178 orang terdiri dari 5 staf, 17 pengamanan tertutup, 48 Menwa, 50 Satpam Unimed, 10 Polantas Sei Tuan, 5 Sabhara Medan Barat, 6 Sabhara Medan Timur, 17 Sabhara Percut Sei Tuan, 10 Poltabes dan 10 Poldasu.
“Dengan kekuatan pengamanan yang begitu kuat kita berharap pelaksanaan SPMB berjalan lancar, terutama dari kemungkinan adanya kecurangan-kecurangan seperti praktek gacok dan lainnya,” katanya.
Dijelaskan, lokasi ujian yang digunakan Sektor I IPA di UMSU Mercu Buana, Universitas Dharmawangsa, Perguruan Budi Murni, SMAN 7.
Sektor II IPS di FIK, FMIPA, FE, FBS, FIS, Gelanggang Mahasiswa Unimed dan SMPN 27 Jalan Slamet Ketaren.
Sektor III IPC di IAIN Sumut, FIP Uimed, UMA, MAN 1, MAN 2, SMKN 1/STM 4, SMK-SMA Teknologi Teladan dan SMPN 35.
PESERTA CACAT
Karena cacat, mengalami kecelakaan, dan sakit, sebanyak enam orang dari 24.217 peserta ujian SPMB USU akan mengikuti ujian di Kantor Panitia Lokal (PL), Jalan dr Mansyur, Medan.
“Mereka sudah melapor dan ujiannya akan kami pusatkan di Kantor PL SPMB USU,” kata Ketua Panitia, Prof Dr Ir Sumono MS, melalui Penanggung Jawab Informasi, Drs Siswo Suroso MSi, yang dihubungi Analisa.
Siswo menjelaskan, keenam peserta yang mengikuti ujian untuk kelompok Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Campuran (IPC) itu terdiri dari penyandang tuna netra satu orang, cacat fisik lainnya dua orang, akibat kecelakaan dua orang dan seorang lainnya karena sakit.
Ketiga penyandang cacat, katanya, sudah melaporkan kondisinya tersebut sejak pendaftaran dibuka. Tiga peserta yang mengalami kecelakaan, di antaranya sampai patah kaki dan sakit juga sudah melaporkan kondisi anaknya tersebut.
“Orang tua mereka sudah melapor ke panitia dan sudah meminta rekomendasi dokter agar diizinkan untuk mengikuti ujian di PL SPMB USU,” kata Siswo.
Dengan demikian diperkirakan tidak akan ada peserta SPMB di USU yang akan mengikuti ujian di lokasi-lokasi khusus lainnya, misalnya di rumah sakit.
Hingga kemarin, kata Siswo, seluruh persiapan panitia untuk menggelar hajatan nasional ini sudah rampung, khususnya lokasi dan soal ujian. “Hingga sejauh ini, sesuai hasil evaluasi panitia, semua persiapan untuk SPMB sudah berjalan dan rampung,” ungkapnya.
Menjawab Analisa, Siswo menyebutkan, peserta sudah masuk ke dalam kelas untuk mengikuti latihan pengisian soal pada pukul 07.30 hari ini, sebelum dimulainya waktu ujian setengah jam kemudian.
Ujian SPMB USU akan dilaksanakan di 40 lokasi yang terbagi ke dalam tiga sektor. Sektor I Fakultas Kedokteran (FK) USU untuk IPC sebanyak 12 lokasi, Sektor II Politeknik Negeri Medan (Polmed) untuk Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 15 lokasi dan Sektor III Perguruan Yaspendhar untuk IPS 13 lokasi. (sah/gas)
USU dan Unimed Antisipasi Praktek Perjokian pada SPMB 2006 Nomor Pendaftaran dan Naskah Ujian Diacak
Medan,
Panitia Lokal Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Sumatera Utara (PL SPMB USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) akan melakukan tindakan antisipasi menghindari praktek perjokian pada saat pelaksanaan ujian Rabu (5/7) dan Kamis (6/7) besok.
Ketua PL SPMB USU, Dr Ir A Faiz Albar MSi kepada wartawan di Sekretariat PL SPMB USU, Senin (3/7) mengatakan, pihaknya akan menerapkan sistem pengacakan untuk menutup peluang terjadinya aksi perjokian atau gacok dalam ujian tertulis SPMB di lingkungan universitas ini.
“Gacok yang mencoba menjual jasa kepada peserta SPMB rasanya tidak akan bisa berbuat banyak,” kata
Jumlah peserta SPMB di PL SPMB USU, sesuai jumlah penjualan formulir ialah sebanyak 22.174 orang.
Faiz Albar yang didampingi Penanggungjawab Informasi, Drs Siswo Suroso, menjelaskan, upaya yang dilakukan panitia untuk mencegah terjadinya praktek perjokian itu di antaranya dengan mengacak nomor pendaftaran dan nomor ujian peserta.
Dengan demikian, tidak akan ada nomor yang berurutan sekalipun mereka membeli formulir pada satu antrian yang sama.
“Nomor ujian peserta menjadi tidak berurutan, sehingga peserta tidak akan bisa duduk dalam satu ruangan yang sama,” katanya.
Faktor lainnya yang menutup aksi yang selalu membayangi pelaksanaan SPMB setiap tahun itu, adalah soal ujian. Menurut Faiz, belum tentu soal ujian yang diberikan sama kepada peserta sama di dalam satu ruangan.
“Jadi kalaupun sang gacok membantu peserta menjawab soal yang diujikan belum tentu sama dengan jawaban yang diinginkan,” urainya.
Karena sistem yang diterapkan inilah, Faiz Albar optimis bahwa joki atau gacok yang ingin menjual jasanya kepada peserta ujian tidak akan bisa berbuat banyak.
“Apabila ternyata masih ada yang mencoba melakukan perbuatan curang akan diproses secara hukum, yakni diserahkan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Sementara, Kepala Kantor PL SPMB USU, Prof Dr H Urip Harahap Apt dalam kesempatan sama juga mengingatkan peserta ujian untuk tidak membawa alat komunikasi seperti telepon genggam dan alat elektronik lainnya.
“Semua peserta harus mematuhi ketentuan ini,” tandasnya seraya mengingatkan agar peserta benar-benar melakukan persiapan, baik teknis maupun fisik menghadapi ujian ini.
2.081 PETUGAS
Di sisi lain, Sekretaris PL SPMB USU, drg Saidina Hamzah Dalimunthe menambahkan, pihaknya mengerahkan 2.081 petugas dalam pelaksanaan ujian SPMB ini. Mereka terdiri dari 122 koordinator ujian dan 1959 pengawas ujian. Mereka ditempatkan di 34 lokasi ujian.
Untuk pengamanan, selain mengerahkan 73 petugas Satuan Pengamanan (Satpam) USU, PL SPMB USU juga meminta bantuan sebanyak 65 personil polisi dari Poltabes Medan yang ditempatkan di seluruh lokasi ujian.
PL SPMB USU membagi pelaksanaan ujian ke dalam tiga kelompok ujian, masing-masing Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPC) dan Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC). Para peserta akan mengikuti ujian di 34 lokasi.
Untuk kelompok IPC dilaksanakan di Fakultas Kedokteran (FK) USU, Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, Pascasarjana Ilmu Keperatawan Jalan Prof T Maas, Fakultas Sastra, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA), Pascasarjana Psikologi, dan Gedung Olahraga (GOR) USU.
Untuk kelompok IPA, Politeknik Negeri Medan, Fakultas Teknik USU, Fakultas Kedokteran Gigi, SMA dan SMP Dharma Pancasila Jalan Dr Mansyur, SMA dan SMP Bhayangkari Jalan KH Wahid Hasyim, UMA Kampus II Jalan Sei Serayu, SMAN 4 Jalan gelas, SMPN 1 Jalan Bunga Asoka, Yayasan TP Mardi Lestari Jalan Jenderal Gatot Subroto, Yaspen Miftahussalam Jalan Darussalam dan Auditorium USU.
Sedangkan kelompok IPS di Perguruan Yaspendhar A dan B di Jalan Imam Bonjol, Perguruan Immanuel Jalan Kol Slamet Riyadi, SMAN 1 Jalan T Cik di Tiro, Perguruan Raksana Jalan Gadjah Mada, Perguruan Eria Jalan Sisingamangaraja, UISU A dan B Jalan Sisingamangaraja, Pascasarjana Ilmu Komputer Kampus USU dan GOR USU.
UNIMED
Sementara itu, Ketua PL-12 SPMB Unimed yang juga Rektor Unimed Prof Dr Hj Djanius Djamin SH MS didampingi Sekretaris yang juga PR II Drs Syawal Gultom MPd dan Kahumas Unimed Drs Chairul Azmi MPd kepada wartawan di Kampus Unimed, Senin (3/7) mengatakan, Unimed berupaya semaksimal mungkin agar proses pelaksanaan SPMB di Unimed berjalan lancar mulai dari proses pendaftaran sampai pengumuman nanti.
Mengenai kemungkinan keterlibatan pengawas, dikatakan, pengawas tidak tahu dimana dia akan mengawas. Sehingga tertutup kemungkinan dapat membantu peserta ujian. “Ujung tombak kesuksesan SPMB ini adalah pengawas. Untuk itu kita harus serius dalam menangani hal ini,” katanya.
Kalau seandainya aada yang kedapatan melakukan praktek perjokian ini, Syawal mengatakan, pihaknya akan melaporkan kepada aparat kepolisian. Jika yang bersangkutan masih bersatus mahasiswa Unimed, secara administratif akan diambil tindakan dengan memberhentikannya dari Unimed.
DAYA TAMPUNG
Sementara itu, daya tampung Unimed untuk tahun 2006 ini berjumlah 2.450 orang dengan perincian melalui jalur PMP sebanyak 585 orang dan jalur SPMB sebanyak 1.865 orang.
“Tahun ini jumlah peserta SPMB di Unimed meningkat sekitar 18 persen. Tentunya dengan 11.576 peserta kan bersaing ketat memperoleh jatah 1.865 kursi,” kata Syawal.
Ditambahkan, untuk memperlancar jalannya pelaksanaan seleksi, pihak panitia akan menyediakan tenaga pengawas sebanyak 1.100 orang, keamanan 119 orang dan kesehatan 10 orang.
Sedangkan lokasi ujian yang ditetapkan panitia adalah Sektor I-IPA UMSU Mercu Buana dengan lokasi Kampus UMSU Mercu Buana, Universitas Dharmawangsa dan Perguruan Budi Murni.
Sektor II-IPS/Unimed dengan lokasi FIK Unimed, FT Unimed, FMIPA Unimed, FE Unimed, FIS Unimed dan FBS Unimed.
Sedangkan Sektor III/IPC/IAIN berlokasi di IAIN Sumut Jalan Pancing, UMA, FIP Unimed, MAN 1 dan MAN 2 Medan.
Peserta diminta meninjau lokasi ujian sehari sebelum pelaksanaan ujian agar tidak terlambat ujian. (gas/sah)
Panitia Lokal Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Sumatera Utara (PL SPMB USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) akan melakukan tindakan antisipasi menghindari praktek perjokian pada saat pelaksanaan ujian Rabu (5/7) dan Kamis (6/7) besok.
Ketua PL SPMB USU, Dr Ir A Faiz Albar MSi kepada wartawan di Sekretariat PL SPMB USU, Senin (3/7) mengatakan, pihaknya akan menerapkan sistem pengacakan untuk menutup peluang terjadinya aksi perjokian atau gacok dalam ujian tertulis SPMB di lingkungan universitas ini.
“Gacok yang mencoba menjual jasa kepada peserta SPMB rasanya tidak akan bisa berbuat banyak,” kata
Jumlah peserta SPMB di PL SPMB USU, sesuai jumlah penjualan formulir ialah sebanyak 22.174 orang.
Faiz Albar yang didampingi Penanggungjawab Informasi, Drs Siswo Suroso, menjelaskan, upaya yang dilakukan panitia untuk mencegah terjadinya praktek perjokian itu di antaranya dengan mengacak nomor pendaftaran dan nomor ujian peserta.
Dengan demikian, tidak akan ada nomor yang berurutan sekalipun mereka membeli formulir pada satu antrian yang sama.
“Nomor ujian peserta menjadi tidak berurutan, sehingga peserta tidak akan bisa duduk dalam satu ruangan yang sama,” katanya.
Faktor lainnya yang menutup aksi yang selalu membayangi pelaksanaan SPMB setiap tahun itu, adalah soal ujian. Menurut Faiz, belum tentu soal ujian yang diberikan sama kepada peserta sama di dalam satu ruangan.
“Jadi kalaupun sang gacok membantu peserta menjawab soal yang diujikan belum tentu sama dengan jawaban yang diinginkan,” urainya.
Karena sistem yang diterapkan inilah, Faiz Albar optimis bahwa joki atau gacok yang ingin menjual jasanya kepada peserta ujian tidak akan bisa berbuat banyak.
“Apabila ternyata masih ada yang mencoba melakukan perbuatan curang akan diproses secara hukum, yakni diserahkan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Sementara, Kepala Kantor PL SPMB USU, Prof Dr H Urip Harahap Apt dalam kesempatan sama juga mengingatkan peserta ujian untuk tidak membawa alat komunikasi seperti telepon genggam dan alat elektronik lainnya.
“Semua peserta harus mematuhi ketentuan ini,” tandasnya seraya mengingatkan agar peserta benar-benar melakukan persiapan, baik teknis maupun fisik menghadapi ujian ini.
2.081 PETUGAS
Di sisi lain, Sekretaris PL SPMB USU, drg Saidina Hamzah Dalimunthe menambahkan, pihaknya mengerahkan 2.081 petugas dalam pelaksanaan ujian SPMB ini. Mereka terdiri dari 122 koordinator ujian dan 1959 pengawas ujian. Mereka ditempatkan di 34 lokasi ujian.
Untuk pengamanan, selain mengerahkan 73 petugas Satuan Pengamanan (Satpam) USU, PL SPMB USU juga meminta bantuan sebanyak 65 personil polisi dari Poltabes Medan yang ditempatkan di seluruh lokasi ujian.
PL SPMB USU membagi pelaksanaan ujian ke dalam tiga kelompok ujian, masing-masing Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPC) dan Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC). Para peserta akan mengikuti ujian di 34 lokasi.
Untuk kelompok IPC dilaksanakan di Fakultas Kedokteran (FK) USU, Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, Pascasarjana Ilmu Keperatawan Jalan Prof T Maas, Fakultas Sastra, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA), Pascasarjana Psikologi, dan Gedung Olahraga (GOR) USU.
Untuk kelompok IPA, Politeknik Negeri Medan, Fakultas Teknik USU, Fakultas Kedokteran Gigi, SMA dan SMP Dharma Pancasila Jalan Dr Mansyur, SMA dan SMP Bhayangkari Jalan KH Wahid Hasyim, UMA Kampus II Jalan Sei Serayu, SMAN 4 Jalan gelas, SMPN 1 Jalan Bunga Asoka, Yayasan TP Mardi Lestari Jalan Jenderal Gatot Subroto, Yaspen Miftahussalam Jalan Darussalam dan Auditorium USU.
Sedangkan kelompok IPS di Perguruan Yaspendhar A dan B di Jalan Imam Bonjol, Perguruan Immanuel Jalan Kol Slamet Riyadi, SMAN 1 Jalan T Cik di Tiro, Perguruan Raksana Jalan Gadjah Mada, Perguruan Eria Jalan Sisingamangaraja, UISU A dan B Jalan Sisingamangaraja, Pascasarjana Ilmu Komputer Kampus USU dan GOR USU.
UNIMED
Sementara itu, Ketua PL-12 SPMB Unimed yang juga Rektor Unimed Prof Dr Hj Djanius Djamin SH MS didampingi Sekretaris yang juga PR II Drs Syawal Gultom MPd dan Kahumas Unimed Drs Chairul Azmi MPd kepada wartawan di Kampus Unimed, Senin (3/7) mengatakan, Unimed berupaya semaksimal mungkin agar proses pelaksanaan SPMB di Unimed berjalan lancar mulai dari proses pendaftaran sampai pengumuman nanti.
Mengenai kemungkinan keterlibatan pengawas, dikatakan, pengawas tidak tahu dimana dia akan mengawas. Sehingga tertutup kemungkinan dapat membantu peserta ujian. “Ujung tombak kesuksesan SPMB ini adalah pengawas. Untuk itu kita harus serius dalam menangani hal ini,” katanya.
Kalau seandainya aada yang kedapatan melakukan praktek perjokian ini, Syawal mengatakan, pihaknya akan melaporkan kepada aparat kepolisian. Jika yang bersangkutan masih bersatus mahasiswa Unimed, secara administratif akan diambil tindakan dengan memberhentikannya dari Unimed.
DAYA TAMPUNG
Sementara itu, daya tampung Unimed untuk tahun 2006 ini berjumlah 2.450 orang dengan perincian melalui jalur PMP sebanyak 585 orang dan jalur SPMB sebanyak 1.865 orang.
“Tahun ini jumlah peserta SPMB di Unimed meningkat sekitar 18 persen. Tentunya dengan 11.576 peserta kan bersaing ketat memperoleh jatah 1.865 kursi,” kata Syawal.
Ditambahkan, untuk memperlancar jalannya pelaksanaan seleksi, pihak panitia akan menyediakan tenaga pengawas sebanyak 1.100 orang, keamanan 119 orang dan kesehatan 10 orang.
Sedangkan lokasi ujian yang ditetapkan panitia adalah Sektor I-IPA UMSU Mercu Buana dengan lokasi Kampus UMSU Mercu Buana, Universitas Dharmawangsa dan Perguruan Budi Murni.
Sektor II-IPS/Unimed dengan lokasi FIK Unimed, FT Unimed, FMIPA Unimed, FE Unimed, FIS Unimed dan FBS Unimed.
Sedangkan Sektor III/IPC/IAIN berlokasi di IAIN Sumut Jalan Pancing, UMA, FIP Unimed, MAN 1 dan MAN 2 Medan.
Peserta diminta meninjau lokasi ujian sehari sebelum pelaksanaan ujian agar tidak terlambat ujian. (gas/sah)
Subscribe to:
Posts (Atom)